Kamis, 14 April 2011

Ayahku Motivatorku

DiLahirkan dari kelaurga sederhana di sebuh kampung pinggiran Kayong Utara. Sebuah Keluraga yang menyenangkan dengan 2 saudara laki-laki dan 1 saudara perempuan. Selain saudara-saudara yang kumiliki ada sosok ibu dan ayah di balik kehadiranku di dunia ini. Ibu tidak bisa dipungkiri lagi begitu besar perannya bagi seorang anak. Bagiku ayah tidak kalah besar peranya di bandingkan ibu. Mungkin karena aku seorang laki-laki yang mengidolakan sosok pria yang taguh, perkasa dan cerdas.
Ayah bagiku bagaikan guru dan motivator yang selalu ada disaat dibutuhkan. Ayahku bernama Sohirin, lahir di Purbalingga Jawa Tengah pada 8 Nopember 1960. Beliau adalah sosok yang luar biasa bagiku dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ada pada dirinya. Beliau lulusan STM di jawa, kemudian ikut transmigrasi ke Kalimantan. Ketika tranasmigrasi di awal tahun 1985-an beliau menjadi seorang petani layaknya para transmigran laianya. Setelah beberapa tahun, bersama ibuku, ayahku menjadi seorang guru Sekolah Dasar (SD) di kampung kami. Bebapa tahun menjadi guru ternyata tidak membuat ayah berhenti untuk terus berkarya. Tidak pernah kami kira jika beliau akan mengundurkan diri menjadi seorang guru untuk ikut pemilhan kepala desa. Peristiwa itu pada tahun 2003 saat aku kelas 2 Sekolah Menengah Pertama. Alhamdulillah ternyata tuhan memberikan jalan kepada ayahku untuk mengabdi kepada masyarakat, yang ternyata sudah menjadi impian beliau dari muda.
Cerita di atas hanyalah sekelumit bigrafi tentang ayahku. Masih ada banyak cerita bahagia antara diriku dengan ayahku. Masih jelas di ingatanku saat ayah membawaku jalan-jalan, pergi berladang, mendampigku saat belajar, dan banyak lagi yang lainnya. Bagaimana beliau membangunkanku pada waktu subuh untuk mandi, padahal saat itu masih gelap dan dingin. Tapi ayah memaksaku untuk bangun dan ikut mandi bersama beliau, dan ternyata itu menjadi kebiasaanku untuk selalu bangun lebih awal. Setelah mandi beliau mengajakku ke masjid untuk sholat subuh, dilanjutkan pergi ke ladang untuk membersihkan lahan yang akan di Tanami padi. Jam 6 pagi kami pulang kerumah untuk melanjutkan aktivitas seperti biasanya.
Banyak ilmu dan pelajaran yang dapat aku ambil dari sosok ayah sebagai kepala keluarga, guru maupun kepala desa. Beliau mempunyai jiwa pememimpin yang bisa berbaur dengan yang dipimpinnya, walaupun beliau tidak pernah belajar tentang bagaimana memimpin di tempat pendidikan formal sepertiku sekarang. Tapi belaiu bisa memberikan motivasi untuk anak buahnya, terutama anak-anaknya. Seperti saat aku mendaftar ke program studi ini, ayah memberiku masukan dan pendapat yang membutku semangat dan tetap melanjutkan seleksi. Padahal jurusan yang aku ambil sekarang berbeda ketka aku masih SMA.
Itulah sedikit tulisan tentang ayahku sebagai idola dalam hidupku. Ada satu tanggung jawab besar yang ada di pundakku. Bahwa kata kedua namaku (ANSORI) adalah singkatan dari AN(atas nama) SO(sohirin, ayahku) RI (Rikhanah, ibu).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar